Organik Nusantara

Diberdayakan oleh Blogger.

Teknis Budidaya Kubis dengan teknologi organik nasa

Diposkan oleh On 18.36.00 with No comments

Cara Budidaya Kubis dengan Produk Organik NASA. Pupuk, Pestisida Organik Untuk Tanaman Kubis.

Sampai saat ini, tingkat produksi tanaman kubis baik secara kuantitas maupun kualitas masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah sudah miskin unsur hara, pemupukan yang tidak berimbang, organisme pengganggu tanaman, cuaca dan iklim. PT. Natural Nusantara sebagai perusahaan yang peduli terhadap permasalahan pertanian dan kelestarian lingkungan berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas serta memelihara kelestarian lingkungan (K-3). Sehingga petani mampu bersaing di era pasar bebas  (globalisasi ).

FASE PRA TANAM
1. Syarat tumbuh
  • Tanaman dapat ditanam sepanjang tahun
  • Tumbuh dan berproduksi dengan baik pada ketinggian 800 m d.pl. ke atas, curah hujan hujan cukup dan temperatur udara (15- 20) Celcius.
  • Jenis tanah yang dikehendaki gembur, bertekstur ringan atau sarang serta pH 6 - 6,5.

2. Pengelolaan Tanah dan Air
  • Bersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman untuk menekan serangan penyakit terbawa tanah seperti akar bengkak, busuk lunak, rebah semai, dll. dengan cara dicabut dan dikumpulkan lalu dibakar atau bisa dijadikan kompos
  • Jangan menanam tanaman kubis-kubisan secara terus menerus dan lakukan pergiliran tanaman

3. Persiapan Lahan
  • Lahan dicangkul dan dibajak sedalam 20-30 cm
  • Berikan Dolomit atau CAPTAN kira-kira 2 ton/ha jika pH < 5,5 dengan cara tanah dan kapur diaduk rata dan dibiarkan 2 minggu
  • Siramkan pupuk SUPERNASA atau POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis 1-2 botol/1000 m².   
  • Jika tersedia pupuk kandang dapat diberikan  kira-kira 0,25  -  0,5 kg per lubang tanam

FASE PERSEMAIAN
  • Media persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang (kompos) halus dengan perbandingan 1:1 dan ditambah 100 gr (1 sachet) Natural GLIO untuk 25 kg pupuk kandang
  • Benih direndam dalam air hangat + POC NASA  dosis 2 cc/lt  air selama 0,5 - 1 jam lalu diangin-anginkan
  • Sebarkan benih secara merata dan teratur lalu ditutup daun pisang selama 3-4 hari
  • Semprotkan POC NASA seminggu sekali dengan dosis 3 tutup/tangki
  • Lakukan penyiraman setiap hari dengan gembor
  • Persemaian dibuka setiap pagi sampai jam 10.00 dan sore mulai pukul 15.00
  • Amati bibit kubis yang terserang penyakit tepung berbulu (Peronospora parasitica) atau ulat daun pada daun pertama, dipetik dan dibuang daun yang terserang

FASE TANAM
1. Jarak tanam
  • Jarak tanam jarang 70 x 50 cm atau jarak tanam rapat 60 x 50 cm
2. Bibit
  • Bibit yang telah berumur 3 - 4 minggu memiliki  4 - 5 daun siap ditanam
3. Pemupukan
  • Pupuk dasar diberikan sehari sebelum tanam dengan dosis 250 kg/ha TSP, 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl.
  • Pupuk dasar dicampur secara merata lalu diberikan pada lubang tanam yang telah diberi pupuk kandang, kemudian ditutup kembali dengan tanah.

4. Cara tanam
  • Buat lubang tanam dengan tugal sesuai jarak tanam
  • Pilih bibit yang segar dan sehat
  • Tanam bibit pada lubang tanam
  • Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang langsung ditanam bersama bumbungnya
  • Bila bibit disemai pada polibag plastik, keluarkan bibit dari polibag lalu baru ditanam
  • Bila disemai dalam bedengan ambil bibit beserta tanahnya sekitar 2-3 cm dari batang sedalam 5 cm dengan solet (sistem putaran)
  • Setelah ditanam, siram bibit dengan air sampai basah
  • Kubis dapat ditumpangsarikan dengan tomat dengan cara tanam : 2 baris kubis  1 baris tomat. Tomat ditanam 3 atau 4 minggu sebelum kubis

FASE PRA PEMBENTUKAN CROP (0 - 49 HARI )
  • Penyiraman dilakukan tiap hari pada pagi atau sore hari
  • Pemupukan susulan dilakukan pada umur 28 hari dengan dosis 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl
  • Penyemprotan POC NASA 3 - 4 tutup/tangki ditambah HORMONIK 1 tutup/tangki dilakukan setiap 7-10 hari  sekali.
  • Penyiangan (penggemburan dan pembubunan tanah) dilakukan pada umur 2 dan 4 minggu
  • Perempelan cabang atau tunas-tunas samping dilakukan seawal mungkin supaya pembentukan bunga optimal
  • Hama yang menyerang pada fase ini antara lain Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.), Ulat daun kubis (Plutella xylostella L.), Ulat crop kubis (Crocidolomia binotalis Zell.), Ulat crop bergaris (Hellula undalis,  F.)
  • Lakukan pengamatan tiap minggu sekali terhadap hama-hama tersebut mulai kubis umur 13 hari. Populasi tertinggi terjadi pada awal musim kemarau
  • Pengendalian; kumpulkan dan musnahkan secara mekanik, sanitasi lingkungan.
  • Tanaman muda yang mati karena penyakit rebah kecambah (Rhizoctonia solani Kuhn.) dicabut, kemudian disulam dengan tanaman baru yang sehat, tambahkan Natural GLIO pada lubang tanam.

FASE PEMBENTUKAN CROP (50-90 HARI)
  • Penyemprotan POC NASA 3 - 4 tutup/tangki ditambah HORMONIK 1 tutup/tangki dilakukan setiap 7-10 hari  sekali.
  • Penyiangan secara manual dengan tangan perlu dilakukan sampai kira-kira satu minggu sebelum panen
  • Lakukan pengamatan lebih intensif terhadap hama yang merusak berat pada fase ini yaitu; Ulat Daun Kubis (P. xylostella) dan Ulat crop kubis (C. binotalis), biasanya Pebruari-  Maret
  • Serangan hama menjelang panen tidak perlu dikendalikan (secara kimia)
  • Untuk pencegahan serangan hama lebih baik semenjak awal tanam rutin disemprot PESTONA dan jika terjadi serangan hama dapat digunakan PENTANA + AERO 810.

PANEN DAN PASCA PANEN
  • Kubis dipanen setelah berumur 81- 105 hari
  • Ciri-ciri kubis siap panen bila tepi daun crop terluar pada bagian atas crop sudah melengkung ke luar dan berwarna agak ungu, crop bagian dalam sudah padat.
  • Pada saat panen diikursertakan dua helai daun hijau untuk melindungi crop
  • Jangan sampai terjadi memar atau luka
  • Amati penyakit Busuk Lunak (Erwinia carotovora) dan Busuk Hitam (Xanthomonas camprestris)
  • Daun-daun kubis yang terinfeksi harus dibuang.


Info dan cara order :
1.    Hubungi kontak kami sms/call 081.804.234.864 / 085.210.356.960 , mengenai info produk yang akan diorder dan alamat jelas beserta kode pos
2.    Setelah kami terima kami akan memberikan rincian harga dan ongkir (ongkos kirim)jika memang di perlukan.
3.    Pembayaran bisa cash bila berada di wilayah kami atau transfer bank bila diluar kota

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.