Organik Nusantara

Diberdayakan oleh Blogger.

Teknis Budidaya Kedelai dengan teknologi organik NASA

Diposkan oleh On 14.28.00 with No comments


Teknis Budidaya Kedelai Organik dengan Teknologi Organik NASA
Teknis Budidaya Kedelai dengan Produk Pupuk Organik NASA. Ketergantungan terhadap kedelai impor sangat memprihatinkan, karena seharusnya kita mampu mencukupinya sendiri. Ini karena produktivitas  rendah dan semakin meningkatnya kebutuhan kedelai. PT. NATURAL NUSANTARA berusaha membantu dalam peningkatan produksi secara kuantitas , kualitas dan kelestarian lingkungan sehingga kita bisa bersaing di era pasar bebas.

SYARAT TUMBUH
Tanaman dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah asal drainase (tata air) dan aerasi (tata udara) tanah cukup baik, curah hujan 100-400 mm/bulan, suhu udara 230C - 300C, kelembaban 60% - 70%, pH tanah 5,8 - 7 dan ketinggian  < 600 m dpl.

PENGOLAHAN TANAH
  1. Tanah dibajak, digaru dan  diratakan
  2. Sisa-sisa gulma dibenamkan
  3. Buat saluran air dengan jarak sekitar 3-4 m
  4. Tanah dikeringanginkan tiga minggu baru ditanami
  5. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya  untuk setiap 1000  m² (10 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan  SUPERNASA, cara penggunaannya sebagai berikut : Alternatif 1 = 1 botol  SUPERNASA  diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan. Alternatif 2 = setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan.

PENANAMAN
  1. Rendam benih dalam POC NASA dosis 2 cc / liter selama 15-30 menit dan dicampur Legin (Rhizobium ) untuk tanah yang belum pernah ditanami kedelai
  2. Buat jarak tanam antar tugalan berukuran 30 x 20 cm, 25 x 25 cm atau 20 x 20 cm
  3. Buat lubang tugal sedalam 5 cm dan masukkan biji 2-3 per lubang
  4. Tutup benih dengan tanah gembur dan tanpa dipadatkan
  5. Waktu tanam yang baik  akhir musim hujan

PENJARANGAN & PENYULAMAN
Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari, benih yang tidak tumbuh diganti atau disulam dengan benih baru yang akan lebih baik jika  dicampur Legin. Penyulaman sebaiknya  sore hari.

PENYIANGAN
Penyiangan pertama  umur 2-3 minggu, ke-2  pada saat tanaman selesai berbunga (sekitar 6 minggu setelah tanam). Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2.

PEMBUBUNAN
Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.

DOSIS PEMUPUKAN MAKRO
Contoh jenis dan dosis pupuk makro per-Ha sebagai berikut :      


Waktu Urea (kg) SP-36 (kg) KCI (kg)
2 Minggu Setelah Tanam 50 40 20
6 Minggu Setelah Tanam 30 20 40
Total 80 kg 60 kg 60 kg

Keterangan :
- Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah.
- Dosis bisa sesuai petunjuk PPL / Dinas Pertanian setempat
          
DOSIS PEMUPUKAN PUPUK NASA
Pada awal tanam, taburkan POP SUPERNASA (250 gram) untuk 500 m² - 1000m² . POC NASA diberikan 2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu, dengan cara disemprotkan  ( 4 - 8 tutup POC NASA/tangki).

Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m² (10 - 20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3 - 4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan, akan lebih aman jika disiramkan.

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering.

PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
1. Aphis glycine
Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. Gejala: layu, pertumbuhannya terhambat. Pengendalian : (1) Jangan tanam tanaman inang seperti: terung-terungan, kapas-kapasan atau kacang-kacangan; (2) buang bagian tanaman  terserang dan bakar, (3) gunakan musuh alami (predator maupun parasit); (4) semprot Natural BVR atau PESTONA atau PENTANA+ AERO dilakukan pada permukaan daun bagian  bawah.

2. Kumbang daun tembukur (Phaedonia inclusa)
Bertubuh kecil, hitam bergaris kuning. Bertelur pada permukaan daun. Gejala: larva dan kumbang memakan daun, bunga, pucuk, polong muda, bahkan seluruh tanaman. Pengendalian: penyemprotan PESTONA

3. Ulat polong (Ettiela zinchenella)
Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. Waktu buah masih hijau, polong bagian luar
 berubah warna, di dalam polong terdapat  kotoran ulat. Pencegahan:  tanam tepat  waktu, semprot PESTONA atau PENTANA + AERO

4. Kepik polong (Riptortis lincearis)
Gejala: polong bercak-bercak hitam dan  hampa. Pencegahan semprot PESTONA

5. Lalat kacang (Ophiomyia phaseoli)
Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Pengendalian : Saat benih ditanam, tanah diberi POC NASA, kemudian setelah benih ditanam, tanah ditutup dengan jerami . Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan PESTONA. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan.

6. Kepik hijau (Nezara viridula)
Pagi hari berada di atas daun, saat matahari bersinar turun ke polong, memakan polong dan bertelur. Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat. Pencegahan semprot PESTONA atau PENTANA + AERO

7. Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala : kerusakan pada daun, ulat hidup bergerombol, memakan daun, dan berpencar mencari rumpun lain. Pengendalian : (1) dengan cara sanitasi; (2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa Natural VITURA.

8. Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas sp.)
Gejala : layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. Pengendalian :  Varietas tahan layu, sanitasi kebun, dan pergiliran tanaman.
Pengendalian : Pemberian Natural GLIO

9. Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii)
Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu, saat udara lembab, dan tanaman berjarak tanam pendek. Gejala : daun sedikit demi sedikit layu, menguning. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian; tanam varietas tahan dan tebarkan Natural GLIO sebelum l tanam sebagai pencegahan

10. Anthraknose (Colletotrichum glycine)
Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam, daun yang paling rendah rontok, polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Pengendalian : (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat; (2) Pencegahan di awal dengan Natural GLIO

11.Penyakit karat (Cendawan Phakospora phachyrizi)
Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat. Pengendalian: (1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit; (2) semprotkan Natural GLIO + gula pasir sedikit.

12. Busuk batang (Cendawan Phytium Sp)
Gejala : batang menguning kecoklat-coklatan dan basah, kemudian membusuk dan mati. Pengendalian : (1) memperbaiki drainase lahan; (2) Tebarkan Natural GLIO di awal

PANEN DAN PASCA PANEN
  • Lakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning, tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak, atau polong sudah kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul.
  • Perlu diperhatikan, kedelai sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75 - 100 hari, sedangkan untuk  benih umur 100 - 110 hari, agar kemasakan biji betul-betul sempurna dan merata.
  • Setelah pemungutan selesai, seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur.
  • Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan. 


Info dan cara order :

  1. Hubungi kontak kami sms/call 081 804 234 864 atau 085 210 356 960, mengenai info produk yang akan diorder dan alamat jelas beserta kode pos
  2. Setelah kami terima kami akan memberikan rincian harga dan ongkir (ongkos kirim)jika memang di perlukan.
  3. Pembayaran bisa cash bila berada di wilayah kami atau transfer bank bila diluar kota 
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.